Mengapa Engkau Memilihku?

Posted on

Bait Cinta, Diantara sela-sela barisan buku, aku berupaya menemukan berbagai alasan. Apa sebabnya seseorang memilihku?

Entah sebagai seorang teman, sahabat, menjadikannya rekan dalam pekerjaan maupun teman belajar hingga mungkin menjadikannya perihal lain yang lebih dari itu.

Kuperhatikan coverku rasanya bukan alasan utama, judul yang menggambarkan seperti apa diriku pun rasanya bukan. Aku bukan seorang yang menarik perhatian apapun. Semakin aku mencari alasan yang tepat, aku semakin merasa tidak pernah menemukan apapun.

Dan, ku ambil satu buku. Membuka lembar per lembar tentang diriku. Meng-iyakan sekaligus meniadakan segala bentuk kekekurangan maupun kelebihan. Sontak, ku lupa satu hal. Siapakah yang menulis buku ini?

Aku hanya seorang pembaca yang bisa menciptakan berbagai persepsi menurutku, dan bagi sang Penulis yang tak dibubuhi nama penanya ia tahu benar apa maksud sebenarnya yang ia tuliskan. Meski begitu, penulis selalu berprinsip “biar saja pembacaku melalang buana atas dasar tulisanku dengan kesimpulan dari pemikiran mereka.”

Dan, aku mulai mengerti. Melihat diri sendiri dari kaca mata diri sendiri yang tidak percaya diri akan membuat kesempatan dalam hidup yang hadir menjadi nadir. Kesempatan yang berujung pada kebahagiaan menjadi keresahan. Kesempatan memperbaiki diri menjadi hilang bagaikan biri-biri yang tersesat untuk kembali pada rumah peternak.

Avatar
Katanyasih pandai membuat kata - kata romantis, itu katanya. Whatever lah, yang penting saya bisa menghibur yang lagi jatuh cinta dan galau...